Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts

Saturday, November 11, 2023

Review Buku: Rana Renjana


 Sinopsis:

Buku yang memiliki cover yang menampilkan seorang perempuan berselendang putih di tengah-tengah ini menceritakan tentang sebuah desa di barat Kota Yogyakarta yang sedang mengalami pagebluk. Yang mengakibatkan turunnya sebuah kabut merah setiap senja tiba dari Pegunungan Menoreh. Celakanya, kabut itu ternyata membawa wabah yang menginfeksi anak-anak dengan penyakit yang aneh. Untuk mengatasi hal tersebut pertunjukan Tari Lengger Slingo pun harus segera digelar supaya bisa membersihkan desa dari serangan wabah tersebut.

Namun, hanya penari terpilihlah yang dapat menarikan ritual yang terdiri dari seorang perempuan yang akan menjadi sang ledek dan seorang pria sebagai pengibingnya itu. Ranaya sudah jelas akan menjadi sang ledek, sedangkan untuk posisi pengibing, sesepuh desa masih bimbang memilih antara Rama dan Jana yang sialnya sudah sedari kecil tidak akur dan sedang dibutakan cinta. Sehingga mereka pun bersaing mati-matian untuk mendapatkan peran itu, sekaligus bersaing untuk mendapatkan cinta Ranaya yang merupakan cinta pertama mereka.

Bagaimanakah kelanjutan kisah dari kisah cinta mereka? Serta bagaimanakah nasib dari Desa Slingo nantinya? Apakah desa tersebut akan selamat dari serangan pagebluk?

Review:

Membaca buku yang memiliki jumlah sekitar 200 halaman ini sungguh membuat bibir menyunggingkan senyum. Karena buku karangan dari Fika Artha atau yang lebih dikenal dengan nama Piko tersebut berhasil membawakan perpaduan dari kisah persahabatan, romantis, misteri, fantasi, serta budaya dengan bagus. Sang menulis menyajikan ceritanya dengan begitu meyakinkan, sehingga berhasil membuat pembaca –khususnya saya- merasa terhubung dengan karakter-karakter yang ada di dalamnya. Goresan tangannya itu pun sukses membuat kita peduli dengan apa yang terjadi pada para tokoh fiktif yang ada dalam pengisahan novel dengan judul ‘Rana Renjana’ tersebut. Sepertinya, latar belakang penulis yang memang berasal dari Yogyakarta juga membantu membuat tulisan dari kisah ini menjadi begitu luwes. Karena penjabaran latar atau setting dari kota Yogyakarta dapat tergambarkan dengan baik.

Untuk bagian konflik cerita, meski dalam pengisahannya ada beberapa sub plot atau percabangan, semuanya tetap terhubung satu sama lain sehingga mendukung plot utama yang memang terfokus pada Desa Slingo dan pagebluknya. Sayangnya, meski klimaksnya tetap dikemas dengan apik, namun sang penulis terlihat seperti terburu-buru dalam menyelesaikan konfliknya. Sehingga semua permasalahan dan penyelesaian berkumpul menjadi satu pada paruh akhir novel tersebut. Tapi secara keseluruhan, cerita yang kuat dengan unsur kebudayaan ini tetap patut untuk diacungi jempol. Maka tak heran jika akhirnya novel ‘Rana Renjana’ ini berhasil menyabet gelar juara 2 dari kompetisi Cerita Khatulistiwa 2022.

Jadi, apakah buku yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas ini layak untuk dikoleksi? Yes, tentu saja! Apalagi buat kalian yang memang suka dengan kisah mistis dibalut romantis dengan segala kisah budaya kental di dalamnya.

NB: Buku ‘Rana Renjana’ dapat dibeli offline di TB Gramedia atau online di Harian Kompas Official Shopee dan Tokopedia.

Monday, April 26, 2021

HP Spectre x360 14: Laptop Premium terbaru keluaran HP yang Maknyos

HP Spectre x360 14 (sumber: hp.com)

Sebagai pemerhati di dunia perlaptopan, melihat penampakan dari laptop premium terbaru keluaran HP membuat jiwa untuk memilikinya tuh meronta-ronta banget euy. Gimana enggak? Fitur-fitur serta spesifikasinya ini memang terlihat mumpuni dan cocok buat pekerjaan yang berat yang memiliki mobilitas tinggi. Kepo dengan fitur unggulannya? Yuk simak satu per satu di bawah ini.

Spesifikasi HP Spectre x360 14

Disain

Mengusung layar dengan diagonal 14 inci, HP Spectre x360 ini menggunakan rasio aspek 3:2 yang garis vertikalnya lebih panjang dua puluh persen dibanding dengan layar berasio 16:9. Makanya tampilannya terasa berbeda dibanding laptop lainnya. Belum lagi, kemampuan dari engsel layar yang bisa dilipat ke belakang, hingga tampilannya menyerupai tablet, menjadi salah satu keunggulan lain laptop ini dari sisi disain. Buat yang suka dengan laptop yang berdisain tipis, pastinya bakalan suka dengan HP Spectre ini juga, karena ketebalannya cuma sebesar 1,7 cm aja lho. Saking tipisnya, berat laptop ini juga hanya sekitar 1,36 kg saja. Mantap kan?

Oh iya, layar laptop ini juga ternyata sudah bisa touchscreen lho! Makanya dari paketan pembelian sudah disertai stylus pen buat memudahkan penggunaannya. Hebatnya lagi, layar yang berjenis OLED ini juga memiliki anti gores Gorilla Glass. Sehingga kita tak perlu mempertanyakan ketahanannya.

Sistem

Dengan kisaran harga sekitar 26 juta rupiah, sudah selayaknya laptop ini dibekali dengan prosesor yang mumpuni. Makanya gak perlu heran kalau si HP Spectre x360 ini punya prosesor Intel Core i7 generasi ke-11. So pasti, performanya bakal lebih maknyos dibanding HP Spectre keluaran sebelumnya. Apalagi laptopnya ketambahan ram DDR4 sebesar 16 GB dan kartu grafis Intel Iris Xe, dahlah sayonara buat ngelag-ngelag mania. Plusnya pula memori penyimpanan laptop ini udah dibekali SSD dengan kapasitas 2 TB. Jadi, gak usah dipertanyakan lagi deh kalau soal masalah performanya. Dijamin lancar jaya pokoknya.

Konektivitas dan Daya

Seperti kebanyakan laptop lainnya, HP Spectre x360 memiliki koneksi WiFi versi 6 dan Bluetooth versi 5.0. Tapi yang membedakan, laptop ini sudah memiliki port Thunderbolt 4, yang membuat transfer data makin cepat. Untuk kapasitas baterainya sendiri, laptop ini diklaim bisa bertahan sampai 17 jam lho. Dan pasti dibantu dengan fitur Power Saver sama Adaptive Battery Optimizer. Beuh, makin nyaman buat dipake gawe dong ya. Kekurangan sedikit dari segi konektivitas laptop ini mungkin dengan ditiadakannya port HDMI di bodi laptopnya. 

Kesimpulan

Ada harga ada rupa. Yeah, dengan harga di kisaran 20 jutaan, segala fitur dan keunggulan bisa kita dapatkan di laptop premium terbaru keluaran HP ini. HP Spectre x360 ini sangat cocok digunakan bagi mereka yang membutuhkan performa yang mumpuni dan menginginkan desain yang kekinian serta aman. Recommended? Jelas.

Yuk ah, nabung, yuk. Supaya lebaran nanti bisa kebeli.

Jika Kalian Punya Laptop ini?

Wah, jujur sih, sebagai pembuat konten youtube pemula, seringnya saya hanya mengedit video melalui handphone saja. Karena komputer di rumah spec-nya kentang sekali. Makanya kalau saya punya HP Spectre x360 ini, tentunya bakal dimaksimalkan untuk editing video. Pastinya tidak akan takut ngerasa berat lagi ketika mengerjakannya. Hasilnya pun dijamin lebih memuaskan. Bosan dipakai kerja terus-terusan? Sesekali bolehlah maen game yang HD juga di laptop ini. Ah, gak terbayang grafisnya yang halus dan main game bebas lag. Dijamin puas dah ya. Hehe

 

#PowerYourDream

Wednesday, November 11, 2020

Review Film: Rendang of Death

 

Vidsee X NAD Review Film: Rendang of Death

Ketika Rendang Jadi Rebutan

Rendang of Death

 

Siapa sih yang tak kenal dengan makanan khas Padang bernama rendang ini? Bumbunya yang kental dan pedas ini tak jarang menjadi incaran semua orang tatkala pergi ke restoran Padang. Sepertinya hal itu pulalah yang menginspirasi sineas film yang digawangi oleh Muhammad Andri Abdi untuk membuat film bertajuk Rendang of Death.

 

Film ini sendiri menceritakan tentang sebuah restoran Padang yang sedang ramai oleh para pengunjung di istirahat jam makan siang. Hingga akhirnya ada seseorang yang memesan rendang yang ternyata merupakan porsi terakhir dan satu-satunya kala itu. Dari sinilah mulai terjadi keributan di antara para pelanggan restoran untuk memperebutkan rendang tersebut. Sampai segala cara dilakukan baik dengan tangan kosong atau dengan senjata, bahkan sampai menggunakan hal klenik.

 

Jujur, menyaksikan Rendang of Death ini tuh benar-benar membuat mix-feeling banget. Di satu sisi, kita terhibur dengan menyaksikan keributan yang ditampilkan di layar. Sedangkan di sisi lain, kita juga dibuat miris dengan kelakuan orang-orang yang bisa barbar dan menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Untungnya, film ini dibuat dengan animasi 2D dan dibuat selebay, sekocak, dan sekomikal mungkin, sehingga kita masih dapat tertawa lepas melihat kelakuan dari karakter-karakter yang ada.

 

Bicara soal teknologi animasi 2D yang dipakai film ini sudah lumayan oke lho! Meskipun masih sedikit kaku, tetapi segala kesadisan dan aksi yang ada cukup membuat kita berdecak kagum. Belum lagi gerakan mulut yang sudah sama dengan apa yang diucapkan oleh dubber-nya. Sudah mantap gitu lho.

 

Salah satu kekurangan film ini mungkin dari durasi yang terlalu singkat, dan ada sebuah petuah yang terlalu tekstual. Mungkin jika pesannya dibuat tersirat, bisa jadi lebih makjleb.

 

Yah, secara keseluruhan film ini begitu menghibur dan dapat menghadirkan komedi satir dari kelakuan orang-orang di kehidupan nyata. Eit, tetapi hati-hati lho, film ini juga mempunyai efek samping yang tak bisa kita remehkan, yaitu dapat membuat kita yang menonton jadi ingin memakan rendang juga. Hehe.

 

Skor: 3,5 dari 5 bintang

NB: Film pendek ini dapat ditonton di website Viddsee. Untuk yang tidak kuat dengan konten sadis, lebih baik hindari film ini. ;-)

Friday, June 21, 2019

Short Review: Film Rilisan Januari – Juni 2019


Short Review: Film Rilisan Januari – Juni 2019

#30HariMenulis_Hari_19
2068 kata

Agak sedih sih setelah gw liat postingan blog gw yang bahas review film, ternyata review terakhir itu ditulis sekitaran Agustus 2018. Yang dibahas saat itu tuh ada film MI:6, Si Doel, Wiro Sableng, sama Sebelum Iblis Menjemput. Itu pun digabungin jadi short review dalam satu postingan pula. Haha.. Emang sih, setelahnya gw lebih sering review film di status Facebook doang, tanpa nulis di blog. Habisan kalo di blog jarang ada diskusi sih *alesan padahal emang kemalesan doang*.

So, untuk menebus hutang review gw selama ini, mari simak bahasan film rilisan dari awal tahun 2019 sampe sekarang.. Capcuus, cyiin!

·         Keluarga Cemara

Sebagai salah satu generasi yang hidup di tahun 90an dimana sinetron masih banyak berkualitas bagus, gw mesti nonton film ini dong. Yep, film ini diangkat dari sinetron yang tayang pada saat itu. Hanya bedanya kalo di film tuh ceritanya kayak prekuel dari sinetronnya, tapi dengan seting zaman kekinian. Untuk generasi old, harusnya tahu dong karakter-karakter film Keluarga Cemara ini yang terdiri dari Abah, Emak, Euis, Ara, dan Agil. Nah, karena ini prekuel, karakter Agilnya belum lahir deh.

Terus hasilnya gimana? Jelas aja masih sama berkualitas kayak sinetronnya dong. Dengan setingnya yang dibuat kekinian juga gak ngubah tone cerita, ceritanya masih bisa ngalir dengan enak. Karakter Abah yang berusaha ngadepin kesusahan dan berusaha berjuang untuk keluarganya tuh makjleb banget, Emak yang tetep setia nemenin Abah serta senantiasa sabar dalam mengurusi anaknya juga bikin hati jadi hangat cuy, Euis sebagai anak pertama yang berusaha mengerti keadaan keluarganya yang lagi susah juga keliatan kuat di luar meski dalam hatinya mungkin ingin berontak, dan terakhir karakter Ara yang meskipun polos tapi selentingan pertanyaan-pertanyaannya bikin keluarga lainnya makin kuat untuk menghadapi segala kesederhanaan mereka.

Pokoknya keseluruhan film apik untuk ngebuka tahun 2019 dan saking sukanya gw ama film ini, sampe gw bikin fanfic cerita parodinya lho! *ngiklan*

·         How to Train Your Dragon: The Hidden World

Dari film pertamanya, film animasi ini gak pernah ngecewain deh. Sampai di instalment ketiganya ini juga tetep seru lho. Di film ini ngisahin tentang Hiccup yang kini sudah jadi raja di kerajaan Vikingnya. Sebagai raja, dirinya ingin menciptakan negeri impian yang aman bagi para Viking dan naga peliharaan mereka. Tapi ternyata itu gak gampang, apalagi dengan adanya gangguan dari pemburu naga yang kini sedang mengincar naga nightfury milik Hiccup, Toothless, serta naga lainnya.

Seperti gw bilang di atas, film ini emang tetep ciamik dan gak ngecewain. Malahan karena ini dibuat sebagai penutup seriesnya, endingnya jadi penutup yang sangat indah dan mengharukan euy. Kalo waktu itu gw gak nonton ramean, mungkin gw udah mewek di dalem studio tuh. Untungnya gw bisa jaim. Haha.. Overall, recommended movie!

·         Terlalu Tampan

Pada tahu gak, bray, kalo film ini tuh sebenernya diangkat dari series komik Webtoon lho! Hmm, gw sendiri aja tahu lho, meskipun belum pernah baca komiknya *somse*. Tapi, yang bikin gw tertarik nonton ini pada saat itu bukan karena diangkat dari komiknya itu, melainkan karena trailernya yang jayus, absurd, dan selera humornya yang kayaknya gw banget gitu lah. Coba film mana lagi yang karakter tokohnya kayak di film ini, ada Mas Kulin, Mas Okis, Bu Suk, Pak Archewe, dll.

And yes, pas gw nonton film ini ternyata ekspektasi gw terpenuhi lho. Humor absurd, lebay, dan koplak sukses bikin gw dan penonton lain ngakak pol ketika di dalem studio. Tapi tenang, jalinan cerita film ini juga tetep OK lho, tentang pencarian jati diri si Mas Kulin yang baru aja ngadepin dunia luar dan nemuin apa artinya keluarga, persahabatan, dan cinta. Cuit-cuiiit.. Saking sukanya gw ama film ini, gw nonton ampe dua kali dong. Lagian pas nonton kedua mah tiketnya gratisan hadiah kuis sih. *malah dibongkar*

·         Dilan 1991

Siapa sih yang gak penasaran ama kisah lanjutan dari film Dilan 1990 ini? Jujur aja, gw yang suka ama penggarapan film pertama, langsung gak pake mikir buat beli tiket film lanjutannya ini. Soal kisahnya emang tetap berkutat di Dilan dan Milea, dan ngisahin soal perjalanan mereka saat pacaran. Berbagai rayuan maut dari Dilan juga tetep keluar di film ini, meski kebanyakan jatuhnya jadi kurang, mungkin karena udah pada ada di trailer sih ya.

Berhubung ini bukan film terakhir, ending filmnya dibuat gantung lagi dah. Yang pasti masih penasaran ama cerita akhirnya kayak gimana sih. Hmm, apa baca novelnya dulu aja ya? Lagian novelnya udah punya tapi belum dibaca jugak. *plaak*

Secara keseluruhan film yang masih layak tonton. Meski kualitasnya harus gw akui rada kurang dibanding film pertama, tapi sangat sayang kalo dilewatkan.

·         Captain Marvel

Inget gak adegan end credit scene Avengers Infinity War saat Nick Fury ngirim pesan pager yang nampilin suatu logo? Gw inget banget, tapi gw gak ngeuh kalo itu apaan. Herannya beberapa penonton malah bersorak riuh pas ngeliat itu, usut punya usut itu tuh logonya si Captain Marvel, guys! Yeah, film Captain Marvel emang digadang-gadang jadi next film di Marvel Cinematic Universe (MCU) sebelum film puncak Avengers: Endgame. Makanya pas filmnya muncul, langsung dah cus ke bioskop.

Filmnya sendiri lebih merupakan prekuel tentang siapa sosok Captain Marvel a.k.a Carol Danvers ini, dan kenapa selama ini dia gak bantuin para Avengers dalam ngelindungin bumi tercinta. Gw yang bukan fans komik akhirnya merasa terhibur dengan film perkenalan dengan sang kapten ini. Dan di akhir film, lagi-lagi harus dibuat penasaran dengan jalinan kisah MCU selanjutnya.

·         Shazam!

Agak dibuat penasaran sama film superhero yang diangkat dari komik DC ini karena tone-nya dibuat fun, beda dengan film-film DC sebelumnya yang selalu dark. Lagian sosok heroinnya emang nyeleneh sih. Siapa yang nyangka atuh kalo anak sekolah bisa berubah jadi sosok dewasa yang punya kekuatan super kayak bisa nembakin petir, kuat terhadap peluru, dan bisa terbang! Kisahnya sendiri lumayan asyik sih, tentang arti kekeluargaan gitu. Jokesnya juga banyak. Tapi entah kenapa, enggak masuk ke sanubari gw.

Yep, filmnya tuh menurut gw agak kurang dan rada garing gitu. Tapi ketolong sedikit twist di akhir sih. Hingga filmnya gak jelek-jelek pisan di mata gw. Btw, jangan ngatain gw sebagai antek Marvel ya gara-gara komen kayak gini. Gw tuh suka banget genre superhero, bahkan BvS yang kata orang jelek itu juga gw suka. *bela diri dikit takut dibully XD*

·         Avengers: Endgame

Wuhuuu, film paling ditunggu dari keseluruhan MCU phase 3 ini akhirnya berhasil gw tonton. Segala pertanyaan dan rasa penasaran dari akhir film Avengers: Infinity War pun terjawab di sini. Sumprit dah, gw super duper suka ama film ini. Dengan durasi sekitar 3 jam, harusnya bisa bikin bosen dong, tapi untungnya Russo Brothers selaku sutradara sukses meramu kisahnya jadi enjoyable. Dijamin buat penonton yang udah ngikutin MCU dari film pertamanya, bakalan kehipnotis sama tampilan di layar. Hingga akhirnya battle di di akhir bikin darah makin berdesir saking merindingnya. Keren dan epik tenan poko’e!

Terus, saking cintanya kita sama tokoh-tokoh di MCU ini, pas ada tokoh yang harus tewas kok kayak kehilangan beneran gitu ya. Hingga gak berasa deh air mata ikutan ngalir. Eh, gw tahan juga sih, jadinya nyesek pisan di dada deh. Hiks.. Oh iya, gw nonton film ini 3x di bioskop lho saking sukanya!

·         Pokemon Detective Pikachu

Sempet rada pesimis begitu ngeliat trailer dimana si Pikachu jadi bisa ngemeng, udah gitu pengisi suaranya itu Ryan Reynold pula. Jadi kayak Pikachu rasa Deadpool dah. Tapi akhirnya pas filmnya rilis tetep ditonton juga. Lebih ke efek penasaran ama dunia Pokemonnya sih.

Ternyata pas udah nonton, malah kehibur banget ama si Pikachu rasa Deadpoolnya (di ending dijelasin kok kenapa dia bisa ngemeng). Udah gitu suka banget ama penampakan dunia Pokemonnya. Terus bisa liat penampakan Pokemon-pokemon juga merupakan suatu hiburan tersendiri. Ceritanya sih sebenernya simpel. Bagian detektif-detektifannya juga dijamin gak akan bikin anak kecil yang nonton jadi mumet. Dan buat yang dewasa juga gak gitu kacangan lah eksekusinya. Overall, OK movie. Akhirnya ada film yang diangkat dari game yang gak gagal. Hoho..

·         John Wick 3: Chapter 3 – Parabellum

Seperti biasa, ending gantung dari film sebelumnya bikin gw jadi harus nonton film ini. Belum lagi aktor laga Indonesia favorit gw, Kang Yayan Ruhian dan Cecep A. Rahman ikut andil di film ini juga. Alhasil, tanpa kudu mikir, tiket pun langsung gw booking. Eit, tapi biar greget, gw pun nontonnya ama salah satu pemainnya juga dong. Yep, waktu itu gw dan komunitas Perantau nonton bareng sama kang Yayan Ruhian di salah satu bioskop di kota Jakarta. Greget gak tuh!

Hmm, tenang aja, soal penilaian terhadap filmnya mah tetep bakalan seobjektip (pake ‘p’) mungkin kok. Yang pasti, filmnya emang keren abis! Full aksi dari jedar-jedor tetembakan, kejar-kejaran pake mobil, motor, kuda, terus lempar-lemparan pisau, pukul-pukulan, tendang-tendangan, semuanya komplit-plit! Keanu Reeves selaku pemeran utama tetep se-bad ass penampilan dia di film sebelumnya dah pokoknya. Soal scene kang Yayan dan kang Cecep? Ternyata gak receh-receh amat lho. Cukup banyak scenenya, bahkan ada scene dengan dialog bahasa Indonesianya. Mantep ‘kan?

Kesimpulannya, film ini memang cocok buat penyuka film aksi, penyuka babang Keanu Reeves, pengikut film John Wick sebelumnya, dan penyuka binatang! *IYKWIM*

·         Godzilla II: King of the Monsters

Trailernya yang rada-rada misterius tapi keren ini bikin gw ngerasa filmnya sangat cocok ditonton di layar lebar. Apalagi film pertamanya yang meskipun rada drama, tapi gw cukup suka juga. So, pas filmnya rilis, hari pertama itu langsung gw beli tiketnya deh! Terus hasilnya gimana?

Yes, karena ekspektasi gw memang adegan gelut para kaiju alias monster raksasa, jadinya semuanya terpenuhi deh. Lupain karakter manusianya yang memang diliatin supaya cerita bisa ngalir *jahat*. Pokoknya bakbikbuk antar para monster itu sungguh luar binasa.

·         Si Doel the Movie 2

Duh, si Doel ini ya, udah tuir masih aja bimbang milih pasangan antara Sarah atau Zaenab. Tapi entah kenapa, gw yang ngikutin sinetronnya zaman dulu itu tetep aja dibikin greget ama filmnya. Film pertamanya sendiri cukup sukses ngedeliver kisah dimana si Doel untuk pertama kalinya ketemu ama anak kandungnya. Nah, di yang kedua ini, konfilknya rada upgrade nih, dimana si Doel yang udah ketemu Sarah dan anaknya ngerasa bimbang untuk tetep nyerein Sarah atau tetep setia dengan Zaenab yang statusnya hanya nikah siri aja sama dia. Zaenab yang tahu kalo Doel udah ketemu ama cemceman lainnya itu pun mulai ngerasa gundah gulana sampe mikir apa harus memperjuangkan hubungannya atau ngalah.

Arrgh.. Pokoknya biarpun kisahnya sinetron atau FTV bange, film kedua ini tetep sukses bikin kita gregetan kayak film pertamanya. Mana udah gitu endingnya dibuat gantung lagi. Terus film ketiganya mungkin kudu nunggu satu tahun lagi. Uh, kzl, kzl, kzl. Tapi biarpun gitu, pasti tetep nonton lah nanti. Oh iya, meski ini drama cinta-cintaan, tetep banyak scene ngakak kok, siapa lagi kalo bukan Bang Mandra yang jadi biang kekocakannya! Hoho..

·         Hit and Run

Pas pertama liat trailernya tuh, kayak ‘Duh, annoying banget dan gak lucu banget sih!’. Tapi, emang dont judge a movie by the trailer-nya doang sih. Karena pas udah ditonton mah, segala hal annoyingnya itu malah keliatan masuk akal alias sesuai karakter. Dan ternyata lumayan lucu juga.

Meskipun gw rasa filmnya rada telat panas. Jadinya joke di awal-awal itu belum makjleb dan kurang lucu. Nah, pas dari pertengahan sampe akhir baru deh kocak dan bikin ngakak. Salut buat bang Joe Taslim, Tatjana Saphira, Jefri Nichol, dan Chandra Liow yang udah nampilin kemistri yang sip. Btw, biarpun scenenya didominasi ama komedi, bagian aksinya gak digarap secara remeh lho. Koreografi aksinya tetep gokil dan keren tudemaks, apalagi pas ngelawan antagonis utama yang diperanin kang Yayan Ruhian. Semoga ke depannya makin banyak film Indonesia bergenre komedi aksi yang kayak gini dah. Amin!

·         Rumah Merah Putih

Alenia Pictures, salah satu PH yang selalu garap film yang berbau nasionalis dan hasilnya gak kacangan. Makanya pas  gw nonton trailer film Rumah Merah Putih dan tahu ini diproduksi oleh Alenia Pictures, hasrat ini pun mau gak mau tergoda untuk nonton filmnya di bioskop.

Hasilnya, lagi-lagi gw mau dibuat mewek ama filmnya. Haha. Tapi dibanding film rilisan PH ini sebelumnya, menurut gw kok rada kurang gitu. Terutama di bagian editingnya. Kalo masalah akting, tetep pada juara lah. Pevita Pearce juga gw ngerasa di sini merupakan penampilan akting terbaiknya. Terus aktor-aktor bocah pendatang barunya pun bagus-bagus pula aktingnya. Tapi sayang, kalo kata gw mah tayang filmnya kecepetan. Coba kalo tayang di bulan Agustus, pasti lebih apik dan makjleb deh. Yuk ah buruan ditonton di bioskop, soalnya gw yakin film kayak ginian tuh gak akan bertahan lama bertahan di layar lebar. Huhu..

Yak, udah segitu dulu aja ya, short review film versi gw-nya. Semoga ke depannya gw gak males lagi bikin long review per film. Kalo pun tetep males, semoga bisa direkap kayak gini dah ya. Hahaha.. Sampai jumpa di postingan berikutnya! *wink*

Monday, June 10, 2019

Review Buku: Aku Anak Yang Baik


Review Buku: Aku Anak Baik

#30HariMenulis2019_hari_8
328 kata

Berawal dari challenge 30 Hari Menulis di hari ke-4 yang harus membuka salah satu halaman buku dan menceritakan kata pertama yang terlihat, maka buku Aku Anak Baik karangan Anisa Widiyanti inilah yang terpilih untuk menjadi korban. Gara-gara itu pula buku ini ikutan dibaca isinya. Isi buku terbitan Tiga Ananda ini menceritakan tentang keseharian anak dengan konflik-konflik sederhana di setiap babnya dan cara penyelesaiannya yang sesuai tuntunan hadits.

Bahasa buku ini pun bisa dibilang sederhana dan ringan juga. Jelas saja, karena pangsa yang dituju memang anak-anak. Makanya tidak usah heran jika di setiap halamannya berisi gambar ilustrasi yang berwarna-warni. Selain untuk membantu menggambarkan isi cerita, gambar itu juga bisa membuat anak-anak tetap betah membaca. Semua halamannya pun serba full color. Dijamin deh, anak-anak yang membaca tidak akan cepat bosan membolak-balik halaman buku ini.

Sebagaimana buku anak yang lain, selalu ada pesan moral yang baik yang dapat dipetik di setiap akhir ceritanya. Sebuah kutipan terjemahan hadits pun disematkan di halaman akhir babnya. Untungnya berkat bahasanya yang sederhana tadi, semua itu jadi tidak terasa menggurui. Malah barangkali anak-anak dapat lebih mudah menyerap intisari atau pesan-pesan yang coba disampaikan oleh cerita-ceritanya.

Pokoknya buku ini memang sangat cocok diberikan orang tua kepada anak mereka untuk belajar menjadi anak yang baik sesuai tuntunan hadits. Sangat cocok pula dijadikan sebagai alternatif cerita pengantar tidur untuk anak selain cerita dongeng-dongeng pada umumnya. Semoga saja setelah membaca atau mendengar cerita di buku ini, anak-anak dapat meneladani segala tindakan baik yang ada di buku ini dan mempraktekannya di dunia nyata ya. Aamiin.

Oh iya, ternyata selain buku ini, sang pengarang pun telah membuat beberapa cerita lain yang tetap mengajarkan kisah-kisah mulia di dalamnya. Buku-buku tersebut tergabung dalam seri 10 Akhlak Mulia. Melihat buku Aku Anak Baik yang bagus ini, sepertinya buku yang lainnya pun layak untuk dikoleksi. Boleh juga lah nanti cari di toko buku untuk hadiah ulang tahun keponakan. XD

Skor:
Desain: 7/10
Cerita: 7,5/10
Ilustrasi: 8/10
Recommended? Yes!

Sunday, December 23, 2018

5 Alasan Memilih Es Krim Aice: Es Krim Aice Juara!

Panas? Hadapi dengan Es Krim Aice aja..
5 Alasan Memilih Es Krim Aice: Es Krim Aice Juara!

Dahulu kala, ketika musim kemarau melanda, kerongkongan yang kering ini pun meronta, menginginkan sebuah keademan yang hakiki untuk dirasakan. Tiba-tiba seekor adik pun menyarankan untuk membeli es krim yang pada saat itu baru gw denger merk-nya. Yep, dialah es krim Aice! Sempet bingung juga, dimana gw bisa beli es krim dengan merk seperti ini. Tapi ternyata es krimnya mudah banget didapet euy. Tinggal cari warung atau toko yang majang plang logo Aice di depannya, maka sudah dipastikan di dalam freezer di warung atau toko tersebut akan terisi penuh dengan es krim berpenampakan menggoda. Dengan kestrategisan dan kemudahan buat kita untuk ngedapetin es krim ini menjadi salah satu dari 5 alasan memilih es krim Aice(1).

Dan ketika gw mulai mupeng dengan penampakan para es krim, tanpa terasa kerongkongan ini pun langsung menelan ludah, saking ga sabarnya untuk segera merasakan kesegaran saat menelannya. Hmm, tapi mau nyobain rasa apa ya? Kata sang adik mah, semua rasanya enak, sehingga dia pun ga bisa ngasih saran mana yang paling direkomendasikan. Dari yang rasa buah-buahan kayak semangka, melon, mangga, durian, stroberi, nanas, bahkan jagung semuanya sangat menggoda selera. Ada juga pula rasa-rasa seperti cokelat, susu, taro,dan kopi. Belum lagi pengemasan-pengemasannya yang unik, dari sekedar es krim cup, bentuk yang mirip potongan buah aslinya, bentuk obor api, bahkan bentuk mochi! Hmm, ok lah, berarti penampakan dan pengemasan es krim ini juga masuk ke 5 alasan memilih es krim Aice juga(2). Dan tentunya varian rasa beragam juga masuk ke daftar itu(3).

Es krim Aice cocok buat jadi teman piknik
Cocok juga buat jadi teman bermain

Balik lagi ke kegalauan gw untuk milih salah satu es krim Aice yang bakal gw beli. Abisan, mau varian rasa apapun harganya juga murah-murah bin terjangkau pisan! Gw pun merenung sejenak sambil mencoba mengintip isi dompet. Hmm, akhirnya daripada bingung, borong beberapa rasa aja kali ya. Lagian ga bakalan sampe bikin dompetnya jebol kok, saking murahnya harga si es krim Aice ini *tiba-tiba belagu*. Tapi seriusan, dari beberapa es krim Aice yang gw ambil, bisa ditebus dengan nominal yang terhitung sangat murah. Kalo gini mah, selain bisa buat konsumsi pribadi, bisa buat bagi-bagi ke keluarga kita juga deh. So pasti, harga murah dan terjangkau ini juga termasuk ke 5 alasan memilih es krim Aice(4).
Es krim Aice Mango Slush, serasa metik langsung dari pohonnya

Yummie, Es Krim Aice semangka-nya bikin ngiler kan?
Hati udah seneng dong, ketika es krim Aice sudah di tangan. Sekarang saatnya mencoba es krim Aice ini. Eh tapi pas sampai di rumah, saudara dan ponakan  yang ngeliat es krim ini langsung pada nyerbu. Kayaknya mereka lagi pengen lepas dahaga juga di cuaca yang panas kayak sekarang. Ya udah deh, daripada ribut es krimnya dibagiin aja, dan untungnya setelah dibagi gw masih kebagian satu varian rasa, yaitu es krim Aice Obor. Langsung aja gw buka kemasannya dengan penuh semangat.

Es krim Aice Obor: Oborkan semangatmu!

Tapi sebelum gw ngerasain es krimnya, tiba-tiba keingetan soal udah ada label halal belum ya untuk es krim Aice ini? Ah, pas cek kemasannya ternyata udah ada logo halal dari MUI. Masih ga percaya, gw pun googling soal status halalnya ini, dan hebatnya lagi, gw nemuin kalo es krim Aice dapet Anugrah Halal Award 2017 untuk kategori Produk Halal Pendatang Baru Terbaik. Ajib kan tuh! Ga salah kalau soal status kehalalan  ini gw hitung sebagai salah satu dari 5 alasan memilih es krim Aice juga(5). Ya udah deh, daripada es krimnya keburu mencair, sekarang mah tinggal leup aja ah...

Wuooh, pas pertama ngerasain es krim Aice Obor ini, kerongkongan yang dari tadi kerasa kering langsung seger seketika. Rasa kopi yang dibalut lapisan cokelatnya tuh ngeblend abis! Akhirnya saking nikmatin si es krim ini, ga kerasa tiba-tiba udah abis aja. Mata pun lirak-lirik ke arah saudara dan ponakan yang masih khusyu’ nikmatin dan jilatin es krim Aice rasa lainnya. Dengan sigap, gw pun nyobain es krim yang ada di tangan mereka. Ah, kesemuanya emang enak dan bikin nagih!

Kayaknya udah fix dah, gw bakalan jadi pelanggan setia es krim Aice dan pastinya bakalan merekomendasikan es krim ini ke keluarga atau teman juga. Pokoknya, es krim Aice juara!

#AiceIceCreamBlog #HaveAnAiceDay