Friday, July 20, 2018

Preview: Film di Agustus 2018 (30 Hari Menulis: Hari ke-26)


#30harimenulis #30harimenulis2018 #harike26

Film di Agustus 2018


Setelah digempur ama film-film summer atau film liburan di bulan Juli, bulan berikutnya bioskop kita bakal lebih didominasi oleh film-film drama dan horor. Untuk film Indonesia sendiri, terhitung ada tiga film drama (Si Doel the Movie, Cinta sama dengan Cindolo Na Tape, dan Kasinem is Coming), empat film horor (Kafir, Gentayangan, Sesat, dan Sebelum Iblis Menjemput), serta satu genre aksi (Wiro Sableng). Sedangkan untuk film luar ada Christoper Robin, Meg, dan Slender Man.

Kalo kalian sering baca blog gw, mungkin kalian bakalan sadar kalo gw ini tipe yang pemilih banget untuk nonton film di bioskop. Bukan karena gw tipe yang tukang pilih-pilih genre, tapi lebih ke budjet nonton. Dalam sebulan itu palingan juga maksimal gw nonton itu cuma dua film aja. Kayak bulan kemaren itu yang ditonton hanya Ant Man and the Wasp sama Koki-koki Cilik.

Terus buat bulan sekarang, kira-kira film apa ya yang bakalan gw tonton di layar lebar? Ada beberapa inceran sih, dan sialnya ada film rilisan di akhir Juli juga yang masuk (aku menunjukmu Mission Impossible: Fallout).

*Pura-pura mikir keras*

Hmm, film pertama yang bakalan ditonton sih kayaknya film Wiro Sableng. Entahlah ya, dari awal film ini syuting, gw udah excited pisan. Soalnya gw teh termasuk generasi 90an yang dulu sempet nonton sinetron Wiro Sableng ini, yang tayang seminggu sekali di salah satu tivi swasta. Belum lagi cast-castnya juga cukup keren. Ada Vino G Bastian, Sherina, Kang Yayan Ruhian, Marsha Timothy, dll. Terus pas keluar slentingan promo-promo kayak poster per karakter juga kok kerasa keren banget gitu ya. Meskipun sempet agak drop juga sih begitu teaser trailernya muncul dimana cgi-nya terlihat masih mentah. Tapi sekali lagi gw tetep nungguin filmnya. Dan berharap official trailer yang katanya bentar lagi bakalan muncul bisa bikin hype gw untuk nonton naik lagi. Btw, official posternya baru rilis hari ini lho! Yuhuu..

Untuk film kedua yang bakal ditonton masih bingung nih. Ada beberapa kandidat yang bisa jadi pilihan, kayak Si Doel the Movie, Sebelum Iblis Menjemput, dan seperti tadi gw bilang, Mission Impossible: Fallout.

Tertarik nonton si Doel karena ini tuh bakalan jadi ending dari sinetron yang dulu sempet tayang juga di tahun 90an juga. Sedihnya, castnya pasti bakal banyak yang ilang, soalnya beberapa pemerannya udah meninggal. Tapi hebatnya hampir semua cast yang masih hidup, bakalan hadir lagi. Terus pas trailernya rilis juga, kesemuanya terlihat masih in character lho! Padahal kan jarak dari sinetron ama film yang bakal dirilis ini lumayan jauh ya. Ajib lah. Oh iya, kira-kira endingnya tuh si Doel bakal lebih milih Sarah atau Jaenab ya? *tuh kan makin penasaran*

Film kandidat berikutnya ada Sebelum Iblis Menjemput. Tertarik ama ini selain karena faktor pemain ada Chelsea Islan dan Pevita Pearce, juga karena disutradari oleh Timo Tjahyanto yang dulu sempet bikin Rumah Dara dan Killer bareng brothernya Kimo Stamboel (Headshot sengaja ga disebut, karena kurang suka *eh, tapi ini disebut juga ya*). Trailernya sih masih so-so. Makanya nanti bakalan nunggu review dari yang lain dulu deh buat mutusin nonton enggaknya. Hehe..

Film terakhir ada Mission Impossible: Fallout. Kayaknya ga perlu dijelasin agak detail ya soal alesan kenapa pengen nonton film ini. Soalnya kan film yang diperanin oleh Tom Cruise dari dulu ini kan selalu bisa muasin penikmat sinema, terutama buat para penggemar film aksi spionase. Terus juga kan untuk seri terbarunya ini di jajaran cast ketambahan Henry Cavill yang gara-gara perannya di sini, si Superman di Justice League kudu rela pake cgi di bagian wajah karena pas syuting ga boleh cukuran kumis. Aya-aya wae nya. Hihi..

*lirik tulisan di atas*

Katanya ga perlu dijelasin, tapi jadi separagraf panjang juga ya. Hihi.. Hmm, apa film MI ini lebih baik dijadiin kandidat utama aja ya? Soalnya kan Wiro Sableng rilisnya akhir bulan Agustus, bisa masuk ke budjet bulan berikutnya deh. Atau ditonton semua aja? Huft, bisa-bisa si dompet kering kerontang atuh. Ah, whatever lah, pokoknya keputusannya gimana nanti aja. Lagian masih lama ini. Lha, terus apa atuh ya tujuan dibuatnya tulisan ini?

*masang muka melas ke para pembaca*
*sodorin kaleng tulisan ‘Bantuan Koin untuk Modal Nonton’*
*dikemplang para pembaca*

#668kata

Thursday, July 19, 2018

Cerpen: Taman Firdaus (30 Hari Menulis: Hari ke-25)

#30harimenulis #30harimenulis2018 #harike25

Taman Firdaus

Di Minggu pagi yang cerah, sebuah motor melaju dengan kecepatan lumayan tinggi membelah jalanan Surabaya yang masih sepi. Motor itu dinaiki oleh seorang pria beserta istri dan kedua anaknya. Raut wajah sang Ayah yang sedang menyetir terlihat begitu serius saat itu, sedangkan putri bungsunya yang berada di depan keliatan masih ngantuk. Si kakak yang ada di tengah-tengah entah kenapa malah terlihat sedang menangis. Sedangkan sang Ibu yang berada paling belakang memasang raut wajah sedih, mungkin tak tega melihat anaknya yang berlinangan air mata.

“Ayah yakin mau ngelakuin ini?” tanya si Ibu kepada suaminya, wajahnya tampak ragu. Tetapi suaminya tetap tidak menggubris. Entah karena tak mau menjawab atau karena suaranya tak terdengar.

Si Ibu menghela nafas. Kemudian bertanya untuk kedua kalinya, “Yah, yakin nih? Ayah deng..”

“Iya, Ayah denger kok,” potong sang Ayah, “Kan sebelum berangkat juga kita udah berembuk dan mengiyakan titah yang udah diberikan! Kita harus yakin dong. Apalagi imbalannya sangat besar!”

Mendengar jawaban suaminya, si Ibu langsung terdiam dan menunduk lesu. Hingga tak berapa lama, dia rasakan motor yang dikendarai suaminya itu melambat kemudian berhenti di depan salah satu Gereja besar yang ada di Surabaya.

“Sudah sampai, Ibu dan dua putri ayah yang cantik turun di sini ya. Ayah pergi ke tempat lain dulu!” ujar sang Ayah sambil menurunkan ketiga penumpangnya. “Jangan pasang wajah sedih dong, ga lama kita bakal ketemu lagi kok di Taman Firdaus sana..”

Si Ibu mencoba tersenyum. Diciumnya tangan sang suami sebelum mereka berpisah. Kedua putrinya pun ikutan. Setelah itu si putri bungsu melambai-lambaikan tangannya ketika melihat Ayahnya pergi meninggalkan mereka, sedangkan si kakak masih saja menangis.

“Yuk, nak.. Kita jalan..” ajak si Ibu mulai melangkahkan kakinya ke arah Gereja sambil memeluk erat kedua putri kesayangannya.

“Bu, yakin kita bakal ketemu lagi di sana?” tanya si kakak sambil memandang wajah ibunya dengan air mata berlinangan.

“Taman Firdaus bagus kan, Bu?” si bungsu ikutan bertanya.

SI ibu terdiam sejenak, terlihat ragu, kemudian dia anggukkan kepalanya. Dia pun mempercepat langkahnya ke arah Gereja. Hingga tiba-tiba...

DUARR!!

Sebuah ledakan terdengar dari depan Gereja itu. Kondisi bagian depan Gereja langsung luluh lantah, asap putih bekas ledakan membumbung tinggi. Orang-orang yang berada di dalam pun panik dan berhamburan keluar.

Dan saat suasana mulai tenang, serta asap mulai hilang. Terlihat beberapa bagian tubuh dari korban ledakan tadi tersebar di sekitar area Gereja. Tak terkecuali bagian tubuh si Ibu dan kedua putrinya yang diduga sebagai pelaku pengeboman tersebut.

Selesai

#397kata

NB:
Entahlah, kok tiba-tiba jadi pengen nulis tentang kejadian pengeboman di Surabaya di bulan Mei lalu. Terus pake sok-sokan ngambil dari sudut pandang pelaku pula. Tapi inget ya, bukan berarti gw ngedukung apa yang mereka lakuin. Gw cuma ngerasa sedih kenapa mereka sampe tega ngelakuin misi itu dan bawa anak-anak yang masih unyu-nya pula. Turut berduka cita juga buat para korban lainnya. Hiks..

Wednesday, July 18, 2018

Plus Minus Media Sosial (30 Hari Menulis: Hari ke-24)


#30harimenulis #30harimenulis 2018 #harike24

Plus Minus Media Sosial

Dahulu kala sang penemu media sosial pasti berpikiran untuk ngejadiin hal yang mereka bikin ini buat jadi sarana mencari teman atau sekedar bersenang-senang. Tapi di zaman now, penggunaan media sosial bisa lebih dari itu. Kesemuanya tergantung yang makenya juga sih. Bisa positif atau negatif.

Yah, kayak contoh di film aja, misalnya ditemuin cairan racun sekali tenggak mati, sisi positifnya mereka bisa gunain itu buat diminumin ke napi yang dihukum mati supaya ga berasa apa-apa, kalo negatifnya saat dipake penjahat, mereka bakal pake itu untuk racunin semua orang yang ngehalangin niat jahatnya. Ish, dua contohnya tetep serem ya, tapi lumayan lah buat nambah-nambah jumlah kata. Wekeke..

Nah, begitupun media sosial, dia punya dua mata pedang. Kalo digunain dengan baik, bakalan berfaedah dan ga ngerugiin orang. Sedangkan kalo digunain sebaliknya, ya udah ketebak lah ya, dijamin ga berfaedah dan ngerugiin orang pisan lah.

Sebagai contoh sisi baik media sosial diantaranya:

1.       Untuk Mempererat Silaturahim
Hayoo, ngaku.. Siapa yang bisa ketemu lagi ama temen sekolahnya dulu? Atau keluarga jauhnya yang udah loss contact setelah sekian lama. Atau malah ketemu lagi ama mantan? Lumayan kan bisa kepoin dia lagi. Hehe..

2.       Sebagai Alat untuk Mendapatkan Teman Baru atau Jodoh
Siapa sih yang ga mau nyari temen yang banyak? Hebatnya lagi kita juga bisa dapetin temennya ga melulu dari satu daerah. Ga terbatas lah, dari sabang sampai merauke atau bahkan seluruh dunia bisa jadi temen kita. Bahkan sama artis idola kita juga bisa temenan lho! Uhuy.. Bonusnya lagi nih, kalo hoki, kita pun bisa dapetin jodoh dari media sosial juga. Yeah, KALO HOKI. :p

3.       Untuk Sarana Promosi atau Iklan
Ga sedikit perusahaan yang ngebikin media sosial sebagai sarana promosi atau iklan untuk produk mereka. Makanya banyak dari mereka yang bikin akun official juga buat lebih gampang ngiklaninnya. Keuntungan bikin promo di media sosial juga, iklannya bisa diliat ama semua golongan. Terus kadang iklannya tuh nyamain ama apa yang sering kita cari. Jadinya kan buat pengguna medsos yang kena jebmen (jebakan betmen), bakalan langsung klik iklannya. Belum lagi kalau iklannya ampe viral, beuh, ga kebayang bakal dapet berapa juta viewer sebagai hasilnya.

4.       Agar Tahu Berita terkini
Sekarang, berbagai kasus atau berita, dengan gampang bisa kita temuin di media sosial. Baik yang berguna kayak info bencana alam atau yang ga jelas macam berita gosip-gosip atau skandal gitu. Ah, yang pasti buat yang jarang nonton tipi atau cari tahu berita di mbah gugel, kehadiran media sosial cukup ngebantu buat dapetin info terbaru. Eit, tapi inget jangan ampe kejebak info hoax ya. Terus kalo nemu berita juga jangan baca headlinenya doang. XD

5.       Untuk Cari Uang
Kalo ini mah baru-baru aja sih. Beberapa media sosial kayak Instagram atau yang terbaru, tik tok, bisa dipake oleh mereka buat nyari uang lho. Tapi ga segampang itu juga sih, karena sang pemilik media sosialnya juga kudu punya followers yang banyak dulu. Baru deh abis itu bakal banyak yang minta endorse dengan minta iklanin produknya di akun mereka dan mereka dapet uang dari itu. Atau kalo kasus tik tok, buat meet and greet aja deh terus kasih htmnya. Halah.

Sekarang kita bahas sisi negatifnya, media sosial bisa jadi:

1.       Sarana Pamer
Hmm, sebenernya ga negatif-negatif amat sih. Karena emang pada dasarnya kan media sosial itu intinya buat pamer dan pencitraan. Hihi.. Tapi terkadang yang dipamerin itu ga sesuai ama kehidupan nyatanya. Sehingga jangan kaget kalo ada yang kopdar dengan teman medsosnya dan mendapati orang yang ditemuin ga sesuai foto profilnya yang ajib itu, eh, akhirnya dia sampe bunuh diri. Yep, kasusnya pernah terjadi di Cina.

2.       Sarana Menyebarkan Hoax
Ini nih sebenernya yang paling bahaya. Berbagai berita hoax dengan gampang diviralin juga ama para pengguna media sosial. Biasanya sih mereka ga sadar kalau udah nyebarin berita hoax asalkan beritanya itu sesuai dengan idealisme atau untuk nyerang hal yang mereka ga suka. Jadinya, bagiin dulu beritanya, cek bener enggak beritanya mah belakangan aja. Heuleuh-heuleuh. Cik atuh-lah, udah 2018 nih, dimana akses buat cek hoaxnya juga udah makin gampang, tolong saring hal yang kalian mau sharing! *Hey, its rhyme!*

3.       Penghancur Pertemanan
Sebagai lanjutan dari poin no 2, gara-gara info hoax, banyak yang malah jadi musuhan lho. Padahal di dunia nyata mah mereka best friend, tapi karena perbedaan pendapat (biasanya yang nyebar hoax emang lebih bebal dan susah dikasih taunya sih) akhirnya jadi jarang ketemu dan ngomong. Yeah, semua karena debat di medsos!

4.       Buat Mata-matain or kepoin orang
Ini juga agak bahaya sih. Tahu gak sih, para penjahat zaman now itu sekarang mah suka mantau calon korbannya dari media sosialnya. Misalnya mereka mau ngerampok rumah kita, eh, status kita isinya ‘lagi jalan-jalan sekeluarga’, mereka jadi tahu rumahnya kosong dan bisa langsung eksekusi deh. Terus yang lebih bahaya tentunya ngepoin mantan. Entahlah ya, kayaknya sakit banget liat foto-foto dia, apalagi kalo dia foto ama yang baru dan keliatan sangat bahagia. Hiks..

5.       Nyebabin Kecanduan
Hmm, coba ngaku, seberapa sering kalian ngebuka halaman media sosial kalian? Entah untuk sekedar cek doang atau update status. Pasti sering kan? Tapi jangan ampe kalian lupain pekerjaan kalian ya. Soalnya banyak nih, yang pekerjaannya terbengkalai gara-gara keseringan cek media sosial.


Okay, sekarang udah tahu kan plus minus penggunaan medsos? Semoga kita lebih bisa dapet manfaatnya ya dibanding mudharatnya. Ingat, jempolmu harimaumu!


#863kata

Tuesday, July 17, 2018

Cerpen Fiksi Drama: Sesal (30 Hari Menulis: Hari ke-23)


#30harimenulis #30harimenulis2018 #harike23

Tema: Fiksi Drama/Romance/Komedi/Action (pilih salah satu)

Sesal

“Indra, tolong ambilin tisu dong di atas!” pinta Ibuku dari ruang tamu.

“Entar ya, Bu, tunggu dulu. Soalnya belum beres nih. Kalau mau cepet suruh si Teteh aja, kayaknya dia mah lagi nyantai..” jawabku yang sedang berada di ruang tengah.

Euh, si Ibu mah memang kebiasaan. Ga liat apa anaknya lagi sibuk. Bentar lagi menang nih, Bu! Lagian, selalu aja tiap aku lagi santai atau lagi maenin game favoritku, pasti diganggu. Apa aku anak tiri ya? Disuruh-suruh melulu soalnya.

“Dra, mana tisunya? Si Teteh mah kan lagi tidur!”

Tuh kan, tuh kan, padahal udah sekitar 10 menitan suasana aman. Eh, malah nyuruh lagi. Pura-pura ga denger aja ah.

Aku pun fokus memainkan hape lagi.

Tiba-tiba terasa ada belaian lemah di kepalaku. Kudongakkan kepalaku, ah, ternyata ibu. Aku pun menunduk lagi, mataku kembali lagi ke layar hape.

“Ya udah, Ibu ambil sendiri aja tisunya ya, sayang..” bisiknya dengan suara lembut.

Kedua ujung bibirku terangkat. Aku tersenyum. Gitu dong, Bu! Itu baru Ibuku!

Mataku melirik sebentar ke arahnya, Ibuku menggeleng-gelengkan kepala. Tapi ketika dia sadar aku sedang memerhatikannya, dia pun menyunggingkan senyuman. Aneh. Padahal aku tahu dia pasti marah karena perintahnya tak kuturuti.

Kudengar langkah beratnya menjauh. Dia berjalan ke arah tangga yang berada di pojok. Sesampainya di situ, kakinya dia pijakkan di anak tangga. Namun, baru saja dua anak tangga dia pijak, ibuku sudah sempoyongan. Dia pun terjatuh hingga terdengar suara benturan yang lumayan keras.

“IBUUU!!”

Kulempar hapeku yang dari tadi kumainkan. Aku pun berlari menuju arah suara dan mendapati ibuku sudah tergolek tak berdaya. Dia pingsan. Kupeluk tubuhnya erat. Kemudian kurasakan ada sesuatu yang hangat membasahi tanganku. Dengan takut, kuangkat tanganku yang gemetaran. Mataku pun membelalak ketika melihat cairan merah kental menempel di seluruh bagian tanganku.

Ini kan darah! Ya ampun, kepala ibu berdarah!

“TETEEEH! IBUUUU, TEEH!”

Aku hanya bisa berteriak sambil memanggil kakakku yang sedang tertidur. Air mata pun tiba-tiba mengalir deras dari kedua mataku.

“Ibu, bangun, Bu! Jangan dulu tinggalin Indra!” ujarku penuh putus asa. “Indra janji kalau Ibu bangun, Indra bakal nurutin perintah Ibu. Sekarang juga Indra ambilin tisu deh.”

Kupeluk lagi ibuku. Kurasakan tubuhnya semakin kaku. Tak ada nafas menderu lagi dari hidungnya. Suara detak jantungnya pun telah hilang.

“IBUUU!! MAAFIN INDRA, BUU!”

Selesai

#367kata

NB:
Nyoba keluar dari comfort zone alias zona nyaman. Biasanya pan doyannya nulis komedi, sekarang nyobain genre drama. Moga masih bisa dinikmatin ya. Ditunggu saran dan komentarnya.

NB 2:
Btw pas nulis ini, jadi keingetan almarhumah ibu juga. T_T